All posts by Regy Kurniawan

Highlander

Biman Bangsatdesh – drama berlanjut

Bagian pertama klik di sini. Perjalanan kami kembali ke ruang tunggu benar-benar tanpa drama. Malah terlalu lancar. Kami melewati petugas keamanan di pintu kedatangan tanpa ngomong apa-apa, padahal kami melawan arus. Petugasnya cuma mengangguk saat kami melotot. Lalu kami naik tangga menuju pintu imigrasi. Kami lewat jalur khusus untuk diplomat dan petugas bandara, bukan lewat ...

Biman Bangsatdesh – 11 jam delay di Kathmandu

Semua berawal dari ide saya membuat open trip ke Annapurna Base Camp. Sebenarnya trip ini sudah direncanakan sejak tahun lalu oleh saya dan teman-teman SMA saya. 3 bulan menjelang tanggal keberangkatan, semuanya membatalkan diri. Saya sudah terlanjur beli tiket. Masak sendirian lagi ke sana? Akhirnya, dengan sedikit kenekatan karena saya belum pernah bikin open trip ...

[Solo Hiking Kerinci – Part 4] Jalur Setan!

Jalur Kerinci adalah jalur yang to the point. Langsung nanjak, tanpa muter-muter atau meliuk-liuk kayak jalur Lawu. Enaknya, tingkat kesulitan jalurnya juga meningkat secara linear dengan jarak. Makin jauh jalannya, makin tinggi pula level perjuangannya. Ini kayak main game kelahi, awal-awal ketemu anak buahnya dulu. Menantang, tapi mudah. Terus, mulai ketemu musuh yang semakin jago, ...

[Solo Hiking Kerinci – Part 3] Pintu Rimba

Saya berada di gerbang yang seolah-olah menjadi pembatas dua dunia. Di tempat saya berdiri, di kiri dan kanan saya terhampar ladang milik penduduk. Jauh di belakang saya, membentang kebun teh yang luasnya seperti tak berbatas. Kebun teh itu adalah kebun teh tertua di Indonesia, sekaligus yang terluas dan tertinggi kedua di dunia setelah kebun teh ...

Ciblek

Nama aslinya sih, bagus: Edy Nuryanto. Entah kenapa tiba-tiba semua orang memanggilnya Ciblek setelah pulang dari Diksar Mapala di Merapi. Setahu saya, Ciblek adalah akronim dari “cilik-cilik betah melek.” Betah melek apaan, jam 9 malem juga udah tidur dia. *** Saya mengenal Ciblek sejak tahun 2001, sejak kami ikut Diksar bareng yang penuh derita itu. ...

[Solo Hiking Kerinci – Part 2] Son Goku

Expectation: 06.00 WIB – Bangun pagi, cuci muka, gosok gigi 06.15 WIB – Sarapan, ngopi, ngeteh. Ngopi aja deng. Tapi teh juga enak. Teh deh. 06.45 WIB – Ke pasar, belanja logistik. 07.15 WIB – Pamit sama Mak Jus, naik ojek ke Pos R10 untuk registrasi. 07.30 WIB – Mulai jalan dari Pintu Rimba. 11.00 ...

[Solo Hiking Kerinci – Part 1] Mak Jus safe house

“Bang, bangun bang, udah nyampe.” Beberapa tepukan di bahu saya dari penumpang sebelah membangunkan saya dari tidur yang tidak pernah lelap sejak beberapa jam yang lalu. Mobil Kijang Innova yang saya tumpangi berhenti persis di pertigaan Tugu Macan, desa Kayu Aro, Kerinci. Saya melangkah keluar dari mobil dan menurunkan ransel saya. Sesaat kemudian, mobil tumpangan ...